LAPORAN HASIL PENELITIAN GEOGRAFI


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul "LAPORAN HASIL PENELITIAN GEOGRAFI".

Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semuanya.



Lamongan, 11 November 2013

Penyusun




DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………….…….       i
Daftar Isi…………………………………………………………………….........……       ii

            .BAB 1 PENDAHULUAN
                        A.Latar Belakang………………………………………………………        1
                        B.Rumusan Masalah……………………………………………………       1
                        C.Tujuan…………………………………………………………….....        2
                        F.Manfaat……………………………………………………………...        2
            BAB 2 KAJIAN TEORI
                        A.Kajian Teori………………………………………………………….       2
            BAB 3 PEMBAHASAN
                        A.Hutan Pinus
1.Pengertian Hutan pinus………………………………………………        4
2Keadaan Lokasi Hutan pinus…………………………………………        8
3.Iklim dan jenis tanaman ……………………………………………..        8
B. Perkebunan Strawberry    
                        1.letak Geografis Perkebunan Strawberry…………………………….         9
                        2.Jenis iklim dan Tanaman…………………………………………….         12
C.Air Terjun
1 Air Terjun ……………………………………………………………        12
2 Jenis iklim dan tanaman……………………………………….……..        12
\           BAB 4 PENUTUP
                        A.Kesimpulan…………………………………………………………..       15
                        B Saran…………………………………………………………………       16
            Daftar Pustaka………………………………………………………………..        17


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Indonesia terdiri dari lebih dari 3500 buah pulau yang dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mempunyai berbagai macam adapt-istiadat, bahasa, kebudayaan, agama, kepercayaan dan sebagainya. Berbagai kekayaan alam baik yang terdapat didarat, laut, flora fauna dan berbagai hasil tambang yang semuanya merupakan sumber daya alam. Kebudayaan nasional yang didukung oleh berbagai nilai kebudayaan daerah yang luhur dan beradab yang merupakan nilai jati diri yang menjiwai perilaku manusia dan masyarakat dalam segenap aspek kehidupan, baik dalam lapangan industri, kerajinan, industri rumah tangga, jasa pertanian (argo industri dan argo bisnis), perkebunan, perikanan perternakan, pertanian holtikultura, kepariwisataan, pemeliharaan lingkungan hidup sehingga terjadi kesesuaian, keselarasan dan keseimbangan yang dinamis. Kec Tinggimoncong merupakan salah satu Kecamatan yang tergabung dalam wilayah admiministrasi Kabupaten Gowa,yang juga merupakan penyangga utama kota Makassar.Malino merupakan salah satu daerah yang istimewa di bandingkan dengan daerah lainya.Industri hortikultura,industry perkebunan dan industry agriwisata sudah merambah di daerah ini,khusus di Malino ibukota Tinggimoncong adalah primadona perpariwisataan di Sulsel. Daerah yang berada di daerah diatas ketinggian I500 m ini juga pemasok utama tanaman holtikultura ke kota Makassar dan sekitarny ,bahkan beberapa hasil perkebunanya  sudah di ekspor  kebeberapa Negara Asia dan Eropa. Kesemuanya ini baik langsung maupun tidak langsung menambah pendapatan penduduk,sehingga kami berinisiatif untuk malakukan penelitian tentang potensi perkebunan,huta,dan agriwisata di daerah Malino.

B.Rumusan Masalah
 a.Hutan Pinus
1.Pengertian Hutan pinus
2Keadaan Lokasi Hutan pinus
3.Jenis Iklim dan tanaman                                         
b.Perkebunan Strawberry    
                        1.letak Geografis Perkebunan Strawberry
                        2.Jenis iklim dan Tanaman
c.Air Terjun
1 Air Terjun Salewangeng
2 Jenis iklim dan tanaman
C.TUJUAN
            Tujuan  penyusunan laporan ini adalah untuk menegtahui mengenai tentang kontur tanah,penggunaan lahan dan potensi agrowisata di kawasan Malino.
D.MANFAAT
            Dapat menjadi referensi bagi pembaca yang berencana untuk mengunjugi daerah kawasan Malino.



BAB II
KAJIAN TEORI
A.Faktor yang mempengaruhi temperature udara di suatu tempat
          Temperatur adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala  Celcius,Fahrenheit,atau skala Reamur.Perlu diketahui bahwa suhu atau udara di suatu daerah dengan daerah lain berbedah.hal ini  sangat di pengaruhi oleh hal –hal berikut.
1.Sudut Datang Sinar Matahari
            Sudut dating sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang.Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang di bentuk oleh sinar matahari di suatu bidang dipermukaan bumi.Semakin besar sudut datangnya sinar matahari ,maka semakin tegak pula datang.nya sinar matahari suhu yang di terima bumi semakin tinggi.Sebalik nya ,semakin kecil sudut datangnya sinar matahari,berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang di terima bumi semakin rendah.
2.Tinggi Rendahnya Tempat
            Semakin tinggi kedudukan suatu tempat,temperature udara di tempat tersebut akan semakin rendah,begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat ,temperature udara semakin tinggi.Perbedaan temperature udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah di sebut amplitudo.Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan thermometer.Garis khayal yang menghubumkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara bsama di sebut Garis isotherm.Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter,suhu udara akan turun 0,6%C.Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah26C  .Misal,suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m,diatas permukaan laut suhunya adalah 26 C *-0,6C=-4,jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4.Perbedaan temperature tinggi rendahnya suatu tempat di sebut derajat geotermis.Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda –beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan bumi.
3.Angin dan Arus Laut.
            Angin dan arus laut menpunyai pengaruh terhadap temperatur udara,Misalnya angin dan arus dari daerah yang dingin,akan menyebabkan daerah yang dilaluinya juga akan menjadi dingin.
4.Lamanya Penyinaran
            Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lingtangnya.Semakin rendah letak Garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari  dan suhu udaranya semakin tinggi.Sebaliknya,semakin tinggi letak garis lintang makan intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semkin rendah.Indinesia yang terletak di daerah Lintang rendah(6LU-11LS),mendapatakan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata harianya cukup tinggi.
5.Awan
            Awan merupakan penghalang pancarang sinar matahari ke bumi.Jika suatu daerah terjadi awan (mendung) maka panas yang yang di terima bumi relative sedikit,hal ini di sebabkan sinar matahari tertutup
oleh awan dan kemampuan awan dalam menyerap sinar matahari.Permukaan daratan lebih  cepat menrima panas dan cepat pula melepaskan panas,sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima dan  panas dan lambat pula melepaskan panas.Apabila udara pada siang  hari  di selimuti oleh awan ,maka temperatur udara  pada malam hari akan semakin dingin.
            B Klasifikasi Iklim Junghuhn
Iklim merupakan kendisi atmosfer yang di hitung dalam jangka waktu tertentu.Beberapa ahli menggolongkan iklim berdasarkan kriteria tertentu.Franz Wilhem Junghuhn seorang berkebangsaan Jerman mengklasifikasikan iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut.
            1.Daerah panas/Tropis                                                                 
Ketinggian tempat antara 0-600m dari permukaan laut.Suhu 26,3-22C.Tanamanya  seperti padi,jagung,kopio tembakau,karet,kelapa,dan cokelat.
            2.Daerah Sedang
Ketinggian tempat 600-1500 m dari permukaan laut.Suhu 22-17C.Tanamanya seperti,padi,tembakau, kopi,Cokelat,Kina,dan sayur-sayuran.
            3.Daerah Sejuk
Ketinggian tempat 1500-2500 m dari permukaan laut.Suhu 17,1-11,1C.Tanamanya seperti the,kopi,kina,dan sayur –sayuran.
            4.Daerah dingin
Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut.Suhu 11,1-6,2C.Tanamanya tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut.









BAB III
PEMBAHASAN
Hutan pinus merupakan contoh ekosistem taiga, yang memiliki daun jarum
Hutan Pinus  merupakan jenis hutan dengan tanaman yang homogen..
 Hutan pinus yang ada di indonesia tepatnya di bawah kaki gunung Burangrang, yang ada di kabupaten Bandung Barat merupakan peninggalan zaman Belanda, dimana para penjajah menanam pohon tersebut agar kondisi di kaki gunung Burangrang mirip dengan tempat asalnya. Mengingat di Belanda merupakan negara beriklim sedang, dimana di daerah iklim sedang kita akan banyak menemui hutan pinus, karena merupakan tempat asli banyaknya ditemui ekosistem taiga. Daerah tersebut merupakan daerah resapan air. Secara geografis pohon pinus sebetulnya tidak cocok di tanam di daerah resapan air, hal tersebut dikarenakan hutan pinus memiliki daun jarum yang banyak memiliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.
Hawa di hutan pinus ini sangat sejuk, bahkan cenderung lembab. Hal ini disebabkan oleh rindangnya dedaunan dari pohon pinus yang menutupi area hutan, sehingga tak heran jika tanah di bawah menjadi cukup basah.



 a. Fungsi Ekonomi:Sebagai penghasil kayu,Sebagai hasil devisa bagi negara
b.Fungsi Ekologis:Mempertahankan kesuburan tanah,Mencegah terjadinya erosi,Mencegah terjadinya banjir,Sebagi tempat untuk mempertahankan keaneka ragaman hayati
c. Fungsi Klimatologis:Sebagai penghasil oksigen:Sebagai pengatur iklim
d. Fungsi Hidrologis:Sebagai pengatur tata air tanah,Sebagai penyimpan air tanah,Mencegah Intrusi air laut


 Pinus memiliki ciri khas yaitu memiliki batang utama silindris, lurus dalam tegakan rapat serta memiliki alur yang dalam, cabang-cabang membentuk putaran yang teratur, tinggi bebas bebas cabang bisa mencapai 10-25 meter, memiliki bentuk daun jarum dengan jumlah dua helai yang dapat bertahan lebih dari 2 tahun dengan tepi daun bergerigi halus, bunga berbentuk stobili jantan dan betina. Daun merupakan bagian dari tajuk pohon yang mungkin terjadinya proses fotosintesis, respirasi dan transpirasi. Daun pinus berbentuk seperti jarum tersusun dalam berkas-berkas yang masing-masing terdiri atas dua helai. Tajuk pinus berwarna hijau muda dengan berbentuk limas pada waktu muda dan kemudian melebar setelah dewasa. Tajuk yang besar dan baik memunginkan produksi getah yang tinggi. Untuk memberikan kebebasan bagi perkembangan tajuk, dapat diusahakan dengan jarak tanam yang lebar dengan cara melakukan penjarangan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan. biasanya terdapat di daerah iklim sedang




KEGUNAAN POHON PINUS

Pohon pinus kegunaanya bermacam-macam, baik untuk kebutuhan perumahan maupun sebagai bahan baku industri. Dipandang dari segi hasil kita dapat melihat bahwa kayujenis ini menghasilkan manfaat ganda, selain perbaikan lingkungan, yang pertama kayunya dan kedua getahnya.
Kayu Pinus
Samingan (1980) dalam Yana Rahyana (1996) menerangkan bahwa sifat-sifat kayu pinus adalah kayunya termasuk kayu ringan sedang berat jenis antara 0,46 – 0,70, bagian yang mendukung resin 0,95, kelas kuat II-III dan kelas awet kayu gubal 6-8 cm berwarna putih kekuning – kuningan, kayu ters berwarna lebih tua, coklat atau kemerahan, kekerasan daya kembang susut dan retak sedang, sifat pengerjaan lebih mudah patah tapi agak sulit digergaji. Batang umumnya berbentuk bulat dan lurus kulit berwarna coklat tua, kasar, berakar dalam dan menyerpih dalam kepingan panjang.
Getah Pinus
Pohon pinus memiliki kayu gubal yang didalamnya terdapat sel-sel yang merupakan gudang pati dan persediaan bahan lainnya untuk diubah menjadi persenyawaan baru dalam pembentukan sel-sel kayu dan getah. Kayu gubal merupakan pabrik getah, makin tipis kayu gubal bearti makin kecil hasil getahnya, sehingga getah yang dihasilkan berkurang. Secara garis besar, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi getah pinus antara lain:
1.       Faktor dalam (internal) antara lain jenis pohon, diameter dan kesehatan pohon.
2.       Faktor luar (lingkungan) antara lain jarak tanam, cuaca dan kesuburan tanah.
3.       Faktor perlakuan (manusia ) antara lain, bentuk luka sadapan, arah (letak) luka sadapan dan upaya stimulasi.
Aliran getah pinus dipengaruhi oleh tiga kondisi penting yaitu :
1.       Mekanisme pertahan fisiololigis yaitu terjadi peningkatan tekanan turgor yang sangat cepat sehingga jaringan epitel mengembang dan akan menyumbat saluran. Ini terjadi pada bagian yang jauh dari luka, dimana jaringan masih hidup dan diikuti oleh pengeluaran getah yang sangat aktif.
2.       Pengemulsiaan getah didalam ari yang terdapat pada cytoplasma sel, pergerakan serta pengelurannya melalui membran sel epitel ke dalam saluran damar.
3.     Total dehidrasi sel serta pembalseman membran oleh getah. Pada tahap ini aliran getah akan terhenti.


1. Peran Hutan Dalam Pengendalian Daur Air
Hutan dengan penyebarannya yang luas, dengan struktur dan komposisinya yang beragam diharapkan mampu menyediakan manfaat lingkungan yang amat besar bagi kehidupan manusia antara lain jasa peredaman terhadap banjir, erosi dan sedimentasi serta jasa pengendalian daur air. Peran hutan dalam pengendalian daur air dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sebagai pengurang atau pembuang cadangan air di bumi melalui proses :
a. Evapotranspirasi
b. Pemakaian air konsumtif untuk pembentukan jaringan tubuh vegetasi.
2. Menambah titik-titik air di atmosfer.
3. Sebagai penghalang untuk sampainya air di bumi melalui proses intersepsi.
4. Sebagai pengurang atau peredam energi kinetik aliran air lewat :
a. Tahanan permukaan dari bagian batang di permukaan
b. Tahanan aliran air permukaan karena adanya seresah di permukaan.
5. Sebagai pendorong ke arah perbaikan kemampuan watak fisik tanah untuk memasukkan air lewat sistem perakaran, penambahan bahan organik ataupun adanya kenaikan kegiatan biologik di dalam tanah.
Semua peran vegetasi tersebut bersifat dinamik yang akan berubah dari musim ke musim maupun dari tahun ke tahun. Dalam keadaan hutan yang telah mantap, perubahan peran hutan mungkin hanya nampak secara musiman, sesuai dengan pola sebaran hujannya.

Pada kawasan hutan Pinus di Daerah Tangkapan Air Gunung Rahtawu, Kabupaten Wonogiri dengan luasan catchment area dengan luas 101,79 ha dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 2900 – 3500 mm/tahun mampu menghasilkan potensi sumberdaya air permukaan sebesar 2..232.000 m3/tahun. Kawasan ini juga mampu menghasilkan debit yang selalu tersedia untuk dimanfaatkan (debit andalan) sebesar 2 – 67 liter/detik. Dari potensi ini saja sebenarnya sudah dapat diprediksi bahwa kawasan hutan Pinus ini mampu mendukung 900 – 2.000 jiwa masyarakat disekitar hutan Pinus yang rata-rata membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebesar 122 liter/orang/hari (Suryatmojo, H., 2004).
Dari gambaran diatas, nampak jelas bahwa peran hutan sebagai penyedia jasa lingkungan melalui kemampuannya sebagai regulator air memiliki nilai arti yang sangat penting dalam mendukung hajat hidup masyarakat disekitar hutan.
2. Peran Hutan Sebagai Penyerap Karbon
Siklus karbon di dalam biosfer meliputi dua bagian siklus penting, di darat dan di laut. Keduanya dihubungkan oleh atmosfer yang berfungsi sebagai fase antara. Siklus karbon global melibatkan transfer karbon dari berbagai reservoir (Tabel 1). Jika dibandingkan dengan sumber karbon yang tidak reaktif, biosfer mengandung karbon yang lebih sedikit, namun demikian siklus yang terjadi sangat dinamik di alam (Vlek, 1997).

Sejumlah besar kalsium karbonat dalam lebih dari 10 juta tahun yang lalu telah terlarut dan tercuci dari permukaan daratan. Sebaliknya, dalam jumlah yang sama telah terpresipitasi dari air laut ke dalam lantai dasar laut. Waktu tinggal (residence time) karbon di dalam atmosfer dalam pertukarannya dengan hidrosfer berkisar antara 5 – 10 tahun, sedangkan dalam pertukarannya dengan sel tanaman dan binatang sekitar 300 tahun. Hal ini berbeda dalam skala waktu dibandingkan dengan residence time untuk karbon terlarut (ribuan tahun) dan karbon dalam sedimen dan bahan bakar fosil (jutaan tahun) (Vlek, 1997 dalam Herman Widjaja, 2002).
Dari hasil inventarisasi gas-gas rumah kaca di Indonesia dengan menggunakan metoda IPCC 1996, diketahui bahwa pada tahun 1994 emisi total CO2 adalah 748,607 Gg (Giga gram), CH4 sebanyak 6,409 Gg, N2O sekitar 61 Gg, NOX sebanyak 928 Gg dan CO sebanyak 11,966 Gg. Adapun penyerapan CO2 oleh hutan kurang lebih sebanyak 364,726 Gg, dengan demikian untuk tahun 1994 tingkat emisi CO2 di Indonesia sudah lebih tinggi dari tingkat penyerapannya. Indonesia sudah menjadi net emitter, sekitar 383,881 Gg pada tahun 1994. Hasil perhitungan sebelumnya, pada tahun 1990, Indonesia masih sebagai net sink atau tingkat penyerapan lebih tinggi dari tingkat emisi. Berapapun kecilnya Indonesia sudah memberikan kontribusi bagi meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca secara global di atmosfer (Widjaja, 2002).
Banyak pihak yang beranggapan bahwa melakukan mitigasi secara permanen melalui penghematan pemanfaatan bahan bakar fosil, teknologi bersih, dan penggunaan energi terbarukan, lebih penting daripada melalui carbon sink. Hal ini dikarenakan hutan hanya menyimpan karbon untuk waktu yang terbatas (stock). Ketika terjadi penebangan hutan, kebakaran atau perubahan tata guna lahan, karbon tersebut akan dilepaskan kembali ke atmosfer (Rusmantoro, 2003).
Carbon sink adalah istilah yang kerap digunakan di bidang perubahan iklim. Istilah ini berkaitan dengan fungsi hutan sebagai penyerap (sink) dan penyimpan (reservoir) karbon. Emisi karbon ini umumnya dihasilkan dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil pada sektor industri, transportasi dan rumah tangga.
Pada kawasan hutan Pinus di DTA Rahtawu dengan umur tegakan 30 tahun mempunyai potensi penyimpanan karbon sebesar 147,84 ton/ha dengan prosentase penyimpanan terbesar pada bagian batang (73,46%), kemudian cabang (16,14%), kulit (6,99%), daun (3,17%) dan bunga-buah (0,24%). Dari data diatas dapat diprediksi kemampuan hutan pinus dalam menyimpan karbon melalui pendekatan kandungan C-organik dalam biomas memiliki potensi penyimpanan mencapai 44% dari total biomasnya. Sehingga DTA Rahtawu dengan luasan 101,79 ha memiliki potensi penyimpanan karbon dalam tegakan sebesar 15.048,5 ton, penyimpanan karbon dalam seresah sebesar 510 ton dan dalam tumbuhan bawah sebesar 91 ton karbon. (Suryatmojo, H., 2004)
3. Peran Hutan Sebagai Penyedia Sumberdaya Air
Ketergantungan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan terhadap keberadaan hutan sangat tinggi. Kemampuan hutan sebagai regulator air mampu memberikan kontribusi dalam penyediaan air bagi masyarakat sekitar hutan. Hutan Pinus di DTA Rahtawu memiliki potensi yang cukup besar dalam penyediaan sumberdaya air. Potensi sumberdaya air di DTA Rahtawu dapat didekati dengan mengetahui debit bulanan dan volume aliran bulanan, sedangkan untuk memprediksi debit andalan yang selalu tersedia setiap saat dan dapat dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan masyarakat sekitar didekati dengan pengolahan data sekunder dari hidrograf aliran untuk memperoleh debit minimumnya (debit andalan).




B. Keadaan Lokasi Hutan Pinus dan Jenis Tanaman

 A. POHON PINUS
o   Koordinat Lokasi: N 5,45’26” E 119,52’11”
o   Temperatur udara:20,O C
o   Ketinggian Tempat:1203 m
o   Morfologi Lokasi:Berbukit –bukit

            Dari beberapa hasil keterangan yang telah di temukan dalam penelitian di Hutan pinus,dapat dikatakan bahwa,kawasan hutan pinus di tinjau dari pengklasifikasian iklim menurut Junghuhn,adalah tergolong dalam daerah iklim sedang,dimana ketinggian daerah yang masuk dalam pengklasifikasian iklim ini adalah antara 600-1500 m dari permukaan laut,yang rata-rata suhunya sekitar 22 – 17 C.Hal ini mengakibatkan suhu di kawasan hutan pinus terasa cukup dingin jika di bandingkan dengan beberapa daerah lain yang ada di kawasan kota Makassar yang ketinggianya relative lebih rendah jika di bandingkan dengan kawasan Hutan pinus ini.Jenis  tanaman yang tumbuh di kawasan ini adalah sebagai berikut:

WP_20131006_069.jpg



 Pinus memiliki ciri khas yaitu memiliki batang utama silindris, lurus dalam tegakan rapat serta memiliki alur yang dalam, cabang-cabang membentuk putaran yang teratur, tinggi bebas bebas cabang bisa mencapai 10-25 meter, memiliki bentuk daun jarum dengan jumlah dua helai yang dapat bertahan lebih dari 2 tahun dengan tepi daun bergerigi halus, bunga berbentuk stobili jantan dan betina. Daun merupakan bagian dari tajuk pohon yang mungkin terjadinya proses fotosintesis, respirasi dan transpirasi. Daun pinus berbentuk seperti jarum tersusun dalam berkas-berkas yang masing-masing terdiri atas dua helai. Tajuk pinus berwarna hijau muda dengan berbentuk limas pada waktu muda dan kemudian melebar setelah dewasa. Tajuk yang besar dan baik memunginkan produksi getah yang tinggi. Untuk memberikan kebebasan bagi perkembangan tajuk, dapat diusahakan dengan jarak tanam yang lebar dengan cara melakukan penjarangan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan. biasanya terdapat di daerah iklim sedang

B. TANAMAN STRAWBERRY
1.Keadaan Lokasi Perkebunan strawberry dan Jenis Tanaman
o   Koordinat Lokasi: N 5,45’26” E 119,52’12”
o   Temperatur udara:21,O C
o   Ketinggian Tempat:1295 m
o   Morfologi Lokasi:Berbukit –bukit
v  SYARAT PERTUMBUHAN
Lama penyinaran matahari 8 - 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C - 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C - 5°C dengan kelembaban udara 80% - 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl


PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.

PEMBENTUKAN BEDENGAN
Bentuk bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 - 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.

PENGAPURAN
Berikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.

PEMUPUKAN DASAR
Taburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton dalam 1000 m2. POC NASA disiramkan 30-60 tutup/1000 m2 ditambahkan air secukupnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, POC NASA diganti SUPERNASA caranya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter sebagai larutan induk, kemudian ambil 50 liter air dan tambahkan 200 cc larutan induk tadi.Setelah itu siramkan ke bedengan secara merata. 1 botol SUPERNASA bisa untuk 1000-2000 m2

PEMBERIAN NATURAL GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu tebarkan Natural GLIO yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu. 1 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-30 kg pupuk kandang untuk luasan sekitar 1000 m2.

PEMASANGAN MULSA
Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.

PEMBUATAN LUBANG TANAM
Diameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 - 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.

CARA PENANAMAN
Pindahkan bibit beserta medianya, sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag.

PENYULAMAN
Penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram.

PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman

PEMANGKASAN
Dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.

PEMUPUKAN SUSULAN
Pupuk diberikan pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.

PENGGUNAAN POC NASA + HORMONIK
Semprotkan (3-4 tutup POC NASA) + (1-2 tutup HORMONIK) per-tangki 14 liter setelah 2 bulan dengan interval 7-10 hari sekali.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

H A M A

a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.

b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp)
Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. Pencegahan PENTANA + AERO 810 atau NATURAL BVR.

c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)
Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. Pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

PENYAKIT
a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer )
Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh.
Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.

c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan.
Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman, berikan Natural GLIO pada awal penanaman.

d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah.
Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat, campurkan Natural GLIO pada awal penanaman.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

PANEN
Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah.Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.
v  JENIS TANAMAN
v  B.Cengkeh
IMG_20131006_073751.jpg
v  Ciri-ciri cengkeh,Daunya cukup lebat,namun batangya tidak begitu besar,tinginya bisa mencapai 20 m,buanya yang sudah matang berwarna merah dan biasanya di gunakan untuk campuran bahan baku pembuatan rokok.
v   
C. AIR TERJUN
1.Keadaan Lokasi Air terjun dan Jenis Tanaman
o   Koordinat Lokasi: N 5,45’26” E 119,52’17&”
o   Temperatur udara:22,O C
o   Ketinggian Tempat:1285 m
o   Morfologi Lokasi:Berbukit –bukit

Air terjun Takapala tingginya mencapai 109 meter dengan volume air yang dicurahkannya sangat besar terlebih lagi dikala musim hujan tiba.  Curahan airnya menimpa bongkahan batu-batu besar di dasarnnya, menimbulkan suara gemuruh dan percikan air membentuk kabut tipis sejauh 20 m. 

Tak jauh (bersebelahan) dari Air Terjun Takapala terdapat juga air terjun lain yaitu Air Terjun ketemu Jodoh.  Lokasi air terjun ini hanya dipisahkan oleh ruas jalan yang menuju ke Desa Majannang, Kecamatan Parigi.  Menurut masyarakat sekitarnya air terjun ini dipercaya dapat memberikan kemudahan bagi setiap orang yang datang untuk bermandi sembari berniat untuk mendapatkan jodoh dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
WP_20131006_229.jpg
Kopi
IMG_20131006_093520.jpg
Ciri-ciri kopi
            Memiliki daun yang cukup lebar,batang yang realtif kecil.tinginya bisa mencapai 7 meter,memiliki Bunga berwarna putih,dan buahnya yang sudah matang berwarna merah.



BAB VI
PENUTUP
A.Kesimpulan
Temperatur adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala  Celcius,Fahrenheit,atau skala Reamur.Perlu diketahui bahwa suhu atau udara di suatu daerah dengan daerah lain berbedah.
Iklim merupakan kendisi atmosfer yang di hitung dalam jangka waktu tertentu.Beberapa ahli menggolongkan iklim berdasarkan kriteria tertentu.Franz Wilhem Junghuhn seorang berkebangsaan Jerman mengklasifikasikan iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut.
1.Daerah panas/Tropis        
Ketinggian tempat antara 0-600m dari permukaan laut.Suhu 26,3-22C.Tanamanya  seperti padi,jagung,kopio tembakau,karet,kelapa,dan cokelat.
            2.Daerah Sedang
Ketinggian tempat 600-1500 m dari permukaan laut.Suhu 22-17C.Tanamanya seperti,padi,tembakau, kopi,Cokelat,Kina,dan sayur-sayuran.
            3.Daerah Sejuk
Ketinggian tempat 1500-2500 m dari permukaan laut.Suhu 17,1-11,1C.Tanamanya seperti the,kopi,kina,dan sayur –sayuran.
            4.Daerah dingin
Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut.Suhu 11,1-6,2C.Tanamanya tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut.
            Untuk itu berdasarkan dari penelitian yang telah kami lakukan,maka kami dapat menyimpulkan bahwa ketiga tempat tersebut,yakni  sama-sama memiliki iklim sedang yakni iklim yang Ketinggian tempatnya 600-1500 m dari permukaan laut.Suhu 22-17C.Tanamanya,strawberry,pinus,pakis,kopi,dan cengkeh.






                                              
                                               BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

    Malino adalah tempat yang unik dan memiliki keistimewaan karena Malino adalah daerah dingin yang bisa ditumbuhi berbagai tanaman yang memiliki nalai ekspor. Di Malino juga memiliki tempat wisata yang luar biasa yaitu air terjun Takapala yang banyak dikunjungi oleh orang-orang dari luar daerah. Itu artinya Malino memiliki pendapatan yang sangat tinggi. Terutama pembudidayaan tanaman sayur-mayur dari berbagai jenis sayur yang memiliki gizi tinggi dan dapat diekspor. Bahkan tanaman strowbery juga di kembangkan di tempat dingin tersebut.
Malino merupakan daerah yang memiliki banyak kelebihan dibanding dengan daerah lainya di Sulsel khusunya di bidang perkebunan dan Agrowisata,yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan,setidaknya ada bebarapa potensi agrowisata yang dimiliki oleh daerah Malino sebut saja misalnya hutan pinus, kebun strawberry dan juga air terjun. Namun sebagian besar penduduk yang bermukim di daerah ini bekerja sebagai petani,baik petani buah maupun petani sayuran,hal ini cukup mendukung karena Malino berada di daerah yang cukup tinggi sehingga tanahnya cukup subur serta suhunya cukup dinggn yang sangat cocok untuk industry perkebunan, Selain di bidang perkebunan,penduduk juga mandapat pendapatan dari setor pariwisatanya utamanya penduduk yang berdagang di daerah sekitar tempat wisata.
1.          Hutan pinus merupakan contoh ekosistem taiga, yang memiliki daun jarum, Hutan Pinus  merupakan jenis hutan dengan tanaman yang homogen. Hutan pinus yang ada di indonesia tepatnya di malino di kabupaten goa mirip dengan tempat asalnya. Mengingat di Belanda merupakan negara beriklim sedang, dimana di daerah iklim sedang kita akan banyak menemui hutan pinus, karena merupakan tempat asli banyaknya ditemui ekosistem taiga. Daerah tersebut merupakan daerah resapan air. Secara geografis pohon pinus sebetulnya tidak cocok di tanam di daerah resapan air, hal tersebut dikarenakan hutan pinus memiliki daun jarum yang banyak memiliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air. Hawa di hutan pinus ini sangat sejuk, bahkan cenderung lembab. Hal ini disebabkan oleh rindangnya dedaunan dari pohon pinus yang menutupi area hutan, sehingga tak heran jika tanah di bawah menjadi cukup basah.

2.       Strawberry adalah sejenis tanaman liar yang berasal dari Amerika. Tanaman ini pertama kali di temukan di Chili, sebelum kemudian menyebar ke sluruh pelosok dunia hingga terkenal sampai di Indonesia. Dahulu gambaran tentang buah strawberry hanya ada di buku-buku komik HC Andersen. Tapi sekarang, dengan cara yang sangat sederhana, yaitu bertanam strawberry sendiri, kita sudah bisa mencicipi buah yang memiliki bentuk artistik ini.

3.      manfaat air terjun banyak sekali bagi kehidupan manusia, diantaranya sebagai tempat rekreasi, sebagai sumber air minum, pengairan pertanian. air terjun terjadi dengan sendirinya tanpa rekayasa manusia, hal ini terjadi secara alami. sebagai tempat rekreasi karena keindahannya. manfaat yang lain dapat digunakan sebagai sumber energi potensial yang dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.


B. SARAN
    Malino adalah kota dingin yang baik dan menyenangkan untuk dikunjungi. Saat liburan, baiknya Malino dijadikan tempat yang perlu dikunjungi dan melihat pelajaran budaya ataupun mata pencaharian, penduduk sekitar.

Comments

Popular Posts